Sunday, September 20, 2020

Kelebihan Penjualan Melalui Lelang

Kelebihan Penjualan Melalui Lelang

a.  Objektif, lelang harus dilaksanakan secara terbuka/ transparan di depan umum, tidak ada prioritas diantara peserta lelang, tidak ada pembatasan peserta lelang, hak dan kewajiban diantara  peserta lelang sama, yang kesemuanya dapat diketahui oleh khalayak ramai/umum sejak diterbitkannya pengumuman lelang. Hal ini menghasilkan pelaksanaan lelang yang objektif.

b.  Aman, karena lelang disaksikan, dipimpin dan dilaksanakan oleh Pejabat Lelang selaku pejabat umum yang bersifat independen. Pejabat Lelang harus meneliti dulu secara formal tentang keabsahan penjual dan barang yang akan dijual.

c.   Proses Cepat dan efisien, waktu dari penyerahan berkas lengkap kurang lebih 5 minggu (lelang eksekusi) dan 2 minggu (lelang non eksekusi/ sukarela).

d.   Kompetitif, cara penawaran lelang yang khas, didukung dengan hak dan kewajiban peserta lelang yang sama, tidak ada prioritas dan pembatasan peserta lelang, serta didukung dengan jaringan pemasaran yang luas akan menciptakan kompetisi penawaran dengan persaingan bebas diantara para peserta lelang, sehingga akan menjamin tercapainya harga yang optimal.

e.   Built in Control, penjualan secara lelang harus selalu didahului dengan pengumuman kepada khalayak ramai untuk menghimpun peminat lelang dan sekaligus memberitahukan kepada pihak yang berkepentingan. Ini berarti bahwa sejak semula pelaksanaan lelang dilakukan di bawah pengawasan umum.

f.   Adanya Uang Setoran Jaminan, uang jaminan ditetapkan oleh penjual, dengan ketentuan paling sedikit 20% dan paling banyak 50% dari perkiraan Harga Limit. Harus disetor selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum lelang harus sudah efektif masuk ke rekening yang dicantumkan di pengumuman lelang. Hal ini untuk mengetahui keseriusan peserta lelang.

g.  Pembayaran Secara Tunai, pembayaran paling lambat 3 hari kerja. Pembayaran dapat dilakukan dengan uang kartal maupun uang giral. Pembayaran dengan uang giral dengan ketentuan harus dapat diuangkan paling lambat 3 hari kerja sejak pelaksanaan lelang. Namun pelunasan Harga Lelang oleh pembeli lelang dapat diberikan dispensasi dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) atas nama Menteri Keuangan terutama untuk obyek lelang yang harganya sangat tinggi dan ketentuan dispensasi jangka waktu pembayaran tersebut harus dicantumkan dalam pengumuman lelang. Pembeli yang tidak memenuhi kewajiban melunasi Harga Lelang dan pungutan sah lainnya sesuai waktu yang telah ditentukan, dianggap wanprestasi dan status sebagai pembeli lelang dibatalkan oleh pejabat lelang, hal ini berakibat uang jaminan yang telah disetor hangus/tidak dapat ditarik kembali.

h.  Memberikan Kepastian Hukum/ Otentik, setiap pelaksanaan lelang dibuat berita acara disebut Risalah Lelang (RL) yang merupakan akta otentik, sebagai alat bukti yang sempurna. Berdasarkan Minut RL dapat dikeluarkan Kutipan RL, sebagai Akta Jual Beli (acte van transport), yang dipergunakan untuk balik nama, tidak diperlukan lagi adanya Akta Jual Beli yang dibuat oleh Notaris/PPAT.